Bung Karno, Sang Penggali Pancasila Yang Dianggap Sakti dan Penuh Misteri

JAKARTA, Misteri.co.id ll Menurut paham budaya mistis Jawa, Soekarno alias Bung Karno tergolong sebaga tingkat kelima yang disebut Jalmo Pinilih Pinandinto, atau manusia pilihan. Kehidupan sang penggali Pancasila ini pun dipenuhi kontroversi. Meski dia dianggap sakti dan menyimpan berbagai misteri.

Salah satu misteri tersebut misalnya, sebagai Presiden RI pertama,. Bung Karno memang mendapat restu dari Semar, tokoh sentral mistik tanah Jawa. Mengapa demikian? Karena dia dianggap memiliki kepribadian yang bijaksana.

Bung Karno juga dipercaya telah dianugerahi Wahyu Cakraningrat. Dalam Mistisisme Jawa, Wahyu Cakraningrat diyakini dapat memberi kuasa atas wilayah timur hingga barat dan utara sampai selatan. Atas dasar perenungan pinisepuh bangsa inilah Bung Karno akhirnya ditabalkan sebagai Presiden RI pertama.

Menurut sebuah kesaksian, telapak tangan Bung Karno ini memiliki garis yang sedikit ganjil. Tidak seperti telapak tangan kebanyakan orang, terdapat satu garis lurus yang tebal dan tegas. Itu pun cuma sebelah tangan kanan saja yang memiliki garis aneh tersebut. Sayang, tak diperoleh penjelasan telapak tangan atau kiri.

Lagi-lagi menurut kepercayaan mistik Jawa, garis aneh itulah yang disebut Kuncung Putih atau garis Kuncung Semar. Dengan garis itu dia mendapat wahyu untuk menjadikan telapak tangan sebagai stempel dokumen rahasia. Tanda itu merupakan pemberian sejak lahir. Sebagai pertanda pengemban wahyu Cakraningrat.

Salah satu yang juga dipercaya menyimpan misteri adalah tongkat komando. Benda satu ini menjadi cirri khas Bung Karno. Ada anggapan di masyarakat, bahwa tongkat Bung Karno sangat sakti sehingga ia bisa terhindar dari berbagai pembunuhan yang sejak menjadi presiden paling tidak sudah 25 kali terjadi. Tak heran, berbagai cara dilakukan untuk memisahkan tongkat tadi dengan Bung Karno. Maksudnya, agar kesaktiannya hilang.

Menanggapi isyu tongkat ini, Bung Karno sendiri meyakini, tongkatnya tidak sakti. Apalagi bertuah.

“Namun, kalau digetokkan ke jidat sudah barang tentu akan membuat benjol tulang dahinya,” guyon Bung Karno.

Oleh sebab itu, Bung Karno tidak menyimpan tongkat itu di tempat khusus. Tapi digeletakkan begitu saja di atas meja tulis kamar tidurnya. Dibiarkan campur baur dengan pulpen, pensil, selatip, stoples berisi permen, map, dll.

you're currently offline